Nelayan Korban Kecelakaan Laut Ditemukan Mengapung di Perairan Way Haru

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NID:SIZE:707 KB

NID:SIZE:707 KB

EsensiJurnalis.com, Pesisir Barat, 22 Agustus 2026 — Setelah tiga hari dilakukan pencarian, seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut di Perairan Pekon Way Haru, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Suroso (35), warga Pekon Way Haru, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.
Korban sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan laut pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB saat bersama rekannya, Herwandi, hendak melaut menggunakan perahu/jukung di wilayah Perairan Way Haru.

Saat perahu memasuki jalur keluar-masuk pelabuhan, kedua nelayan tersebut dihantam gelombang laut. Setelah dua hempasan gelombang pertama berhasil dilewati, pada hempasan gelombang berikutnya dengan ketinggian diperkirakan mencapai tiga meter, perahu yang ditumpangi kedua korban terbalik.

Herwandi yang merupakan nakhoda perahu kemudian berupaya berenang menuju perahu yang terbalik dan mencari Suroso. Namun, korban tidak terlihat. Herwandi selanjutnya terombang-ambing di laut selama kurang lebih tiga jam sebelum berhasil berenang menuju tepian pantai.
Upaya pencarian terhadap Suroso kemudian dilakukan oleh personel gabungan bersama masyarakat.

Pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 08.10 WIB, seorang nelayan bernama Tumono yang sedang melintas di Perairan Muara Canguk, wilayah perbatasan laut Sumberejo dan Way Haru, melihat benda menyerupai mayat mengapung di permukaan laut.
Setelah dilakukan pengecekan, mayat tersebut diduga kuat merupakan Suroso, nelayan asal Pekon Way Haru yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada warga Pekon Way Haru. Selanjutnya, warga bersama nelayan menggunakan dua unit jukung menuju lokasi penemuan untuk mengevakuasi korban.
Sekitar pukul 09.00 WIB, jenazah dibawa menuju Pelabuhan Way Haru untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga:  Klaim Penyelesaian Dana Taspen PPPK Kuningan Terbukti Palsu, PT Taspen Tegaskan Masih Ada Tunggakan

Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Havian Simbolon, S.E., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Ngaras Iptu Doni Dermawan D, S.Psi., M.M., menyampaikan bahwa pihak kepolisian bersama unsur terkait telah melakukan langkah-langkah penanganan sejak terjadinya kecelakaan hingga ditemukannya korban.

“Personel Polsek Ngaras bersama tim gabungan telah melakukan pencarian, pengumpulan informasi dari para saksi, koordinasi dengan instansi terkait, serta pemantauan perkembangan situasi di lapangan hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Kapolsek.

Dalam proses pencarian tersebut, turut terlibat personel Polsek Ngaras Polres Pesisir Barat, Pos AL Bangkunat, Ditpolairud Polda Lampung, Basarnas, serta masyarakat sekitar.

Dari hasil keterangan sementara, kecelakaan laut diduga terjadi akibat terjangan gelombang tinggi yang menyebabkan perahu korban terbalik. Faktor keselamatan juga menjadi perhatian, mengingat korban tidak menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai saat melaut.

Pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan terkait musibah kecelakaan laut tersebut dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun. Keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan visum maupun autopsi terhadap korban.

Kapolsek Ngaras mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Pesisir Barat, agar selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di laut.

“Kami mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan ketinggian gelombang sebelum melaut.
Apabila kondisi laut tidak memungkinkan, sebaiknya menunda aktivitas melaut. Selain itu, perlengkapan keselamatan seperti pelampung wajib menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Polres Pesisir Barat bersama jajaran akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah pesisir dan mengedepankan upaya pencegahan guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut, khususnya pada saat kondisi cuaca dan gelombang kurang bersahabat.

Pewarta: Bambang

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HUT ke-81 Kemerdekaan RI: Semarak Lomba, Warga Perumahan D’Green Raih Juara 1
WNA Australia Meninggal Dunia Saat Berselancar di Pantai Tanjung Setia, Polres Pesisir Barat Lakukan Penanganan
Polres Lampung Utara Evakuasi Jenazah dan Olah TKP Penemuan Mayat di Sungkai Jaya
Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Pick Up, Tiga Pelaku Ditangkap
Persit KCK Koorcab Rem 043 PD XXI/Radin Inten Hadir Berbagi, Ringankan Beban Warga Sinar Laut
PALHI Soroti Jejaring Bisnis Sukanto Tanoto, Minta Kejagung Telusuri dari Hulu ke Hilir
TNI-Pemda Perkuat Sinergi, Program Desaku Maju Didorong hingga Pelosok Lampung
Polres Lampung Utara Gelar Upacara Hari Juang Polri 2026, Teguhkan Semangat Pengabdian kepada Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:22

HUT ke-81 Kemerdekaan RI: Semarak Lomba, Warga Perumahan D’Green Raih Juara 1

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:15

WNA Australia Meninggal Dunia Saat Berselancar di Pantai Tanjung Setia, Polres Pesisir Barat Lakukan Penanganan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:12

Nelayan Korban Kecelakaan Laut Ditemukan Mengapung di Perairan Way Haru

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:18

Polres Lampung Utara Evakuasi Jenazah dan Olah TKP Penemuan Mayat di Sungkai Jaya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:41

Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Pick Up, Tiga Pelaku Ditangkap

Berita Terbaru