Misteri Gudang Solar di Bergas Kab. Semarang: Nomor WhatsApp Diduga Palsu, Belum Ada Tindaklanjut Polisi Turun ke TKP

Jumat, 31 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EsensiJurnalis.com, Semarang, 30 Januari 2025 – Pemberitaan viral terkait gudang solar milik Imron di Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada 29 Januari 2025, menimbulkan sejumlah pertanyaan dan memantik perhatian publik. Salah satu poin yang mencuat adalah sebuah nomor WhatsApp yang diduga menggunakan foto profil palsu Kompol Maradona, Dirreskrimsus Tipidter Polda Jateng.

Pimpinan Redaksi Penajournalis.com, Asep NS, mengkonfirmasi kepada 35 awak media bahwa ia menerima telepon dari nomor tersebut yang menanyakan tentang gudang solar Imron. Asep mengaku sempat mengambil tangkapan layar (screenshot) sebelum foto profil tersebut tiba-tiba hilang dan nomornya memblokirnya. “Untungnya sempat saya screenshot, belum sempat direkam karena hanya sebentar dan hanya menanyakan soal keberadaan gudang solar milik Imron,” ujar Asep.

Asep berencana mengunjungi Ditreskrimsus Polda Jateng untuk memastikan apakah ada anggota yang menggunakan foto profil tersebut. Lebih lanjut, Imron sendiri menghubungi Asep NS dan meminta agar berita tersebut diturunkan (Take down).

Perhatian publik juga tertuju pada respon Kapolsek Bergas, IPTU Harjono, ketika dihubungi Asep NS terkait viralnya pemberitaan. Asep meminta agar Polsek Bergas, yang wilayah hukumnya meliputi lokasi gudang solar tersebut yang berada di Ngempon Kec. Bergas, bertindak sesuai tupoksi sebagai Aparat Penegak Hukum (APH).

Namun, IPTU Harjono memberikan respon yang mengejutkan. “Siap pak, ini saya sama anggota sedang giat Isra Miraj di Polres pak. Saya di Bergas belum pernah ketemu yang namanya Imron pak. Saya bekerja di Polsek, bisa membantu masyarakat saja saya sudah senang… saya ndak mau neko-neko pak,” kata IPTU Harjono.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan lanjutan dari Polsek Bergas terkait gudang solar milik Imron. Awak media menyatakan akan terus mengawal kasus ini agar Polsek Bergas menjalankan kewenangannya sebagai APH. Kejanggalan-kejanggalan yang muncul dalam kasus ini, mulai dari nomor WhatsApp yang diduga palsu hingga respon Kapolsek yang terkesan menghindar, semakin memperkuat desakan agar kasus ini segera ditindaklanjuti secara transparan dan profesional.

Facebook Comments Box
Baca Juga:  Presiden Prabowo: Sebuah Prestasi Arus Mudik Meningkat Namun Tetap Kondusif

Berita Terkait

Tidak Henti-Hentinya: Keluarga Besar Pujakesuma Peduli Kebakaran di Sumber Jaya
Tingkatkan Profesionalisme Penyidikan, Polres Pesisir Barat Terima Supervisi Semester II TA 2026 dari Ditreskrimum Polda Lampung
Gerak Cepat, Polres Pesisir Barat Bersama BPBD dan Damkar Padamkan Karhutla 3 Ha di Atar Lebuay Pahmungan
Danrem 043/Gatam Hadiri Sertijab Asintel Kasdam XXI/Radin Inten, Pangdam Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Warga Desa Bandung Tolak Keberadaan Perusahaan OS di PT MCDelica Food Indonesia, Pribumi Menjerit Hanya Jadi Pekerja Borongan
Hasil Mediasi di Polres Kuningan, Pokja Disebut Bukan Bentukan Resmi Polres, FRIC Dorong Evaluasi
Subuh Keliling, Kapolsek Bukit Kemuning AKP Riki Nopariansyah Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat
Melalui Subuh Keliling, Polsek Ngaras Perkuat Silaturahmi dan Keamanan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:18

Tidak Henti-Hentinya: Keluarga Besar Pujakesuma Peduli Kebakaran di Sumber Jaya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:05

Tingkatkan Profesionalisme Penyidikan, Polres Pesisir Barat Terima Supervisi Semester II TA 2026 dari Ditreskrimum Polda Lampung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:01

Gerak Cepat, Polres Pesisir Barat Bersama BPBD dan Damkar Padamkan Karhutla 3 Ha di Atar Lebuay Pahmungan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:19

Danrem 043/Gatam Hadiri Sertijab Asintel Kasdam XXI/Radin Inten, Pangdam Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:01

Warga Desa Bandung Tolak Keberadaan Perusahaan OS di PT MCDelica Food Indonesia, Pribumi Menjerit Hanya Jadi Pekerja Borongan

Berita Terbaru