Viral Kapal ALP Terapung Berhari-hari di Kalianda, Penumpang Rugi & Khawatir Kehilangan Pekerjaan

Minggu, 17 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EsensiJurnalis.com, Lampung – 17 Mei 2026 – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan para penumpang dan pengemudi kendaraan yang terlantar di atas kapal laut sempat viral di media sosial dan menyita perhatian publik. Peristiwa nahas ini menimpa KMP Mutiara Persada 3 milik PT ALP, yang kini terpaksa terapung tak berdaya di perairan Kalianda, Lampung, selama berhari-hari akibat kerusakan mesin yang terjadi di tengah perjalanan.

Salah satu korban yang merasakan langsung kepahitan situasi ini adalah Dedi Kurniadi (53 tahun), seorang sopir dari Bahtera Surya Cargo dengan nomor polisi kendaraan B9179 KXS. Melalui keterangannya kepada awak media yang disampaikan melalui Kaperwil Aceh, Adi Tonang, Dedi menceritakan kronologi kelam perjalanan yang seharusnya menjadi pelayaran biasa, namun berujung pada penderitaan panjang.

“Kami membeli tiket keberangkatan pada PT ALP, dengan jadwal rencana seharusnya berangkat tanggal 13 Mei pukul 08.00 WIB. Namun jadwal terus mundur, baru mulai dimuat kendaraan pukul 21.00 WIB, dan kapal akhirnya baru benar-benar berangkat pukul 04.30 WIB keesokan harinya,” ungkap Dedi dengan nada kecewa.

Belum hilang rasa lelah akibat penundaan keberangkatan yang cukup lama, musibah besar justru terjadi tak lama setelah kapal meninggalkan pelabuhan. Tepatnya pada pukul 08.00 WIB tanggal 14 Mei, mesin kapal tiba-tiba mati total di tengah perairan Kalianda, Lampung. Sejak saat itu, kapal dan seluruh isinya hanya terapung diam di lokasi tersebut tanpa kepastian kapan bisa melanjutkan perjalanan atau kembali ke darat.

“Saat kami tanyakan kepada pihak kapal, diketahui mesin memang bermasalah dan rusak. Waktu itu kami sudah sangat khawatir, namun pihak kapal berjanji akan menderek kapal ini sampai ke Pelabuhan Panjang sesuai tujuan awal kami. Tapi sampai hari ini, tanggal 17 Mei, janji itu ternyata hanya omong kosong belaka. Kami masih tetap terjebak dan terapung di sini,” keluhnya lagi.

Baca Juga:  Tinjau Pelabuhan Bakauheni Sambut Nataru 2024, Karoops Polda Lampung: Kami Siap Amankan Nataru

Di atas kapal tersebut tercatat ada sekitar 110 unit kendaraan barang dan penumpang yang bernasib sama, semuanya menunggu kepastian yang tak kunjung datang. Bagi Dedi, peristiwa ini bukan sekadar soal ketidaknyamanan, melainkan menimbulkan kerugian materiil yang besar serta kekhawatiran mendalam akan masa depan pekerjaannya.

Dedi mengaku sangat cemas karena keterlambatan ini menyebabkan barang bawaan tidak sampai tepat waktu ke tujuan, sehingga ia menanggung kerugian yang tidak sedikit. Lebih berat lagi, ia mengaku khawatir nasibnya di perusahaan tempatnya bekerja terancam. Ia takut kejadian ini dinilai sebagai kelalaian dirinya, padahal ia adalah korban dari kelalaian dan ketidaksiapan armada pengangkutan.

“Saya sangat merugi akibat kejadian ini, dan yang paling saya khawatirkan adalah keberlangsungan pekerjaan saya di perusahaan. Bagaimana pun saya harus mempertanggungjawabkan barang yang saya bawa, padahal keterlambatan ini murni di luar kendali saya. Saya berharap ada pihak yang bertanggung jawab dan memberikan kejelasan kepada kami semua yang terlantar di sini,” ujar Dedi penuh harap.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan penumpang dan pengemudi masih berada di atas kapal dengan kondisi yang semakin memprihatinkan, menunggu langkah nyata dari pihak pengelola kapal maupun instansi terkait demi keselamatan dan kepastian perjalanan mereka.

 

Sumber: Sopir Bahtera Surya Cargo (BSC)

Liputan: Adi Tonang

 

Editor: Bambang Irawan

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lawan Karhutla Way Kambas Harus Cepat, Terpadu, dan Tidak Menunggu Api Membesar
Polisi Tindak Tegas Terukur Pelaku DPO Narkoba Penyalahgunaan Senjata Api di Lampung Utara
Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama
Kapolres Pesisir Barat Gelar Coffee Morning Bersama BPBD dan Basarnas Bahas Penanganan Karhutla
Dialog Kritis YLBHI-LBH Bandar Lampung: Membongkar Mitos Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat terhadap Aktivitas Korporasi Perkebunan di Provinsi Lampung
Polres Lampung Utara Gelar Kesamaptaan Jasmani dan Beladiri Berkala Semester II 2026 Bagi Personel Polsek
Satlantas Polres Lampung Utara Pantau Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Sukarno Hatta
Pimpin Apel Pagi, Kapolres Lampung Utara Imbau Personel Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:26

Lawan Karhutla Way Kambas Harus Cepat, Terpadu, dan Tidak Menunggu Api Membesar

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:16

Polisi Tindak Tegas Terukur Pelaku DPO Narkoba Penyalahgunaan Senjata Api di Lampung Utara

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:04

Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:09

Kapolres Pesisir Barat Gelar Coffee Morning Bersama BPBD dan Basarnas Bahas Penanganan Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:36

Dialog Kritis YLBHI-LBH Bandar Lampung: Membongkar Mitos Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat terhadap Aktivitas Korporasi Perkebunan di Provinsi Lampung

Berita Terbaru

Info Terkini

Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama

Selasa, 25 Agu 2026 - 05:04