Esensi Jurnalis.com, Lampung Tengah — Ketegangan sosial mencuat di Kampung Terbanggibesar, Kecamatan Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (25/2/2026). Sedikitnya 43 warga mendatangi balai kampung setempat untuk menuntut kejelasan dan kompensasi atas dampak pembangunan pabrik milik PT Angel Yeast Budi Indonesia.
Aksi warga berlangsung dalam suasana dialog terbuka yang difasilitasi Camat Terbanggibesar Sumarno bersama Kepala Kampung Terbanggibesar Zakaria Fuad. Namun di balik forum musyawarah itu, tersimpan keresahan yang telah berbulan-bulan mengendap.
Rumah Retak, Air Sumur Tercemar, Jalan Rusak
Siti Rokhayah, mewakili warga terdampak, menyampaikan langsung keluhan mereka. Ia menuturkan, sejak pembangunan pabrik pengolahan kayu tersebut berjalan, sejumlah rumah warga mengalami retak pada dinding dan lantai. Debu proyek disebut berterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga.
Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan kondisi air sumur yang berubah bau dan terasa lengket saat digunakan.
“Kami meminta kompensasi akibat pembangunan PT Angel Yeast Budi Indonesia. Rumah kami retak, debu berterbangan, air sumur menjadi bau dan lengket, serta jalan menjadi rusak,” ungkap Siti di hadapan aparatur pemerintah.
Kerusakan jalan lingkungan juga menjadi sorotan. Aktivitas kendaraan proyek dengan tonase berat diduga mempercepat kerusakan akses utama warga.
Tujuh Bulan Tanpa Kepastian
Menurut warga, persoalan ini telah berulang kali dibahas bersama pemerintah kecamatan hingga tingkat kabupaten. Bahkan Komisi I DPRD Lampung Tengah disebut telah meminta data dan memfasilitasi pertemuan. Namun hingga tujuh bulan berlalu, belum ada realisasi kompensasi dari pihak perusahaan.
Edi, salah satu warga terdampak, menyatakan kekecewaannya atas lambannya respons perusahaan.
“Sampai saat ini belum ada sama sekali kompensasi yang diberikan. Jika tidak ada kejelasan, kami akan mendatangi Gubernur Lampung untuk meminta bantuan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan ini berpotensi meluas jika tidak segera ditangani secara konkret.
Pemerintah Akui Belum Ada Tindak Lanjut Perusahaan
Di hadapan warga, Camat Terbanggibesar Sumarno mengakui pihaknya telah berupaya menjembatani komunikasi sejak tingkat kampung hingga kabupaten. Namun ia tidak menampik bahwa hingga kini belum ada kepastian dari perusahaan.
“Kami sudah berupaya menjembatani persoalan ini, baik dari tingkat kampung, kecamatan, kabupaten, bahkan Komisi I DPRD Lampung Tengah. Namun dari pihak perusahaan sendiri belum ada kepastian. Kami akan kembali menyampaikan keluhan warga kepada Bupati Lampung Tengah serta pihak perusahaan,” ujarnya.
Antara Investasi dan Keadilan Sosial
Peristiwa ini kembali menyoroti relasi antara investasi dan perlindungan warga terdampak. Pembangunan industri memang membawa harapan pertumbuhan ekonomi, namun tanpa mitigasi dan tanggung jawab sosial yang jelas, dampaknya dapat menimbulkan konflik horizontal.
Kini, warga Kampung Terbanggibesar menanti langkah konkret. Bagi mereka, ini bukan sekadar soal kompensasi material, melainkan tentang keadilan atas ruang hidup yang terdampak pembangunan.
Esensi Jurnalis akan terus memantau perkembangan kasus ini.
Editor : Bambang






