EsensiJurnalis.com, Lampung Barat –Masyarakat pengguna jalan mengeluhkan lambatnya pengerjaan proyek Paket Preservasi Jalan dan Jembatan pada ruas Padang Tambak–Bukit Kemuning. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, khususnya pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan.
Yang menjadi sorotan, pengerjaan proyek tersebut hingga kini belum selesai, namun pada sejumlah bagian yang telah dikerjakan justru sudah mengalami kerusakan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kualitas hasil pekerjaan, terutama apabila kerusakan terjadi sebelum keseluruhan pekerjaan proyek dinyatakan selesai.
Salah satu kondisi yang menjadi perhatian berada di gorong-gorong yang mengalami kerusakan. Demi mengantisipasi terjadinya kecelakaan, masyarakat sekitar berinisiatif memberikan tanda atau rambu-rambu sederhana di lokasi tersebut sebagai peringatan bagi pengendara.
Warga menyebut kerusakan pada bagian tersebut diduga semakin parah akibat sering dilalui kendaraan, termasuk kendaraan bermuatan berat yang melintas di ruas jalan tersebut.
“Kerusakannya sudah cukup mengganggu dan berbahaya bagi pengendara. Kami memberi tanda agar pengendara yang melintas bisa lebih berhati-hati,” ujar salah seorang warga.
Selain persoalan keselamatan, masyarakat juga mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek.
Pasalnya, pekerjaan belum sepenuhnya rampung, tetapi sudah terdapat bagian yang mengalami kerusakan. Warga berharap pihak pelaksana maupun pengawas dapat melakukan pengecekan terhadap bagian pekerjaan yang mengalami kerusakan dan memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis serta ketentuan kontrak.
Sementara itu, saat dikonfirmasi di lokasi pengerjaan, Darmawan yang menegaskan dirinya sebagai pengawas pengerjaan proyek tersebut menjelaskan bahwa keterlambatan pekerjaan salah satunya disebabkan adanya kenaikan harga aspal yang tidak sesuai dengan nilai dalam kontrak.
“Lambatnya pengerjaan karena kemarin harga aspal naik, tidak sesuai dengan kontrak, jadi kita eskalasi,” jelas Darmawan.
Darmawan juga menegaskan bahwa pekerjaan pengaspalan ditargetkan segera dilaksanakan. “Minggu depan sudah diaspal,” tegasnya.
Masyarakat berharap pelaksanaan pekerjaan dapat segera diselesaikan dalam memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan. Warga juga meminta agar titik-titik kerusakan yang dinilai membahayakan segera ditangani serta dilakukan evaluasi terhadap bagian pekerjaan yang telah mengalami kerusakan sebelum proyek dinyatakan selesai.
Dengan adanya kerusakan pada bagian pekerjaan yang belum selesai tersebut, masyarakat berharap pihak terkait dapat memastikan mutu dan kualitas pekerjaan agar hasil proyek benar-benar memberikan manfaat serta keamanan bagi masyarakat pengguna jalan.
Redaksi EsensiJurnalis.com masih terus menghimpun informasi dan menunggu keterangan dari pihak terkait lainnya mengenai pelaksanaan proyek Paket Preservasi Jalan dan Jembatan ruas Padang Tambak–Bukit Kemuning.
Editor: Bambang Irawan






