EsensiJurnalis.com, Lampung Barat – Seluruh kepala sekolah dan guru mata pelajaran Bahasa Lampung jenjang Sekolah Dasar (SD) dari tiga kecamatan, yakni Sumber Jaya, Kebun Tebu, dan Gedung Surian, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat Tahun 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Gedung Surian tersebut bertujuan memperkuat upaya pelestarian bahasa ibu, yakni Bahasa Lampung, melalui dunia pendidikan. Selain meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan Bahasa Lampung, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian bahasa daerah di lingkungan sekolah.
Salah satu kepala sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut, Dewi Suryani, Kepala SD Negeri 1 Sukapura, Kecamatan Sumber Jaya, menyampaikan bahwa pelestarian Bahasa Lampung harus dimulai dari lingkungan pendidikan dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik.
Menurutnya, melalui bimbingan teknis ini para guru memperoleh pembekalan mengenai metode pembelajaran Bahasa Lampung yang lebih efektif sebagai bagian dari program revitalisasi bahasa daerah.
“Program ini merupakan upaya untuk melestarikan bahasa daerah. Nantinya sekolah akan melaksanakan berbagai kegiatan dan lomba yang berkaitan dengan Bahasa Lampung. Namun, pada tahap awal, peningkatan kompetensi guru menjadi prioritas utama agar pembelajaran dapat berjalan maksimal,” ujar Dewi Suryani.
Ia berharap hasil dari kegiatan tersebut dapat diterapkan di masing-masing sekolah sehingga penggunaan Bahasa Lampung semakin berkembang di kalangan peserta didik dan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa serta budaya daerah.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong revitalisasi Bahasa Lampung sebagai bagian dari pelestarian identitas budaya lokal sekaligus memperkuat karakter generasi muda melalui pendidikan berbasis kearifan lokal.
Pewarta: Bambang Irawan






